Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Niat awal hanya sebatas untuk berlibur, menikmati hangatnya mentari di negeri tropis. Namun, setelah kembali ke negaranya, semua berubah.
Seo Yeon, gadis asal Korea Selatan, dibuat dilema oleh sikap seorang pemuda muslim—Dirgantara, dari kota Bandung. Sederhana, tenang, dan tanpa sadar meninggalkan jejak di hatinya.
Pertemuan singkat itu seharusnya berakhir seperti perjalanan lain: datang, singgah, lalu pergi. Tetapi mengapa bayangan tentangnya justru semakin sulit dilupakan? Mengapa sikap sederhana yang ia lihat di taman itu terus menggema, seolah memanggilnya kembali?
Di negaranya, Seo Yeon terbiasa menjadi pusat perhatian. Namun di hadapan Dirgantara, ia justru merasa. . . terabaikan.
Rasa penasaran menjerat hati. Ia mulai mencari tentang kebiasaan seorang pria muslim di mesin pencari. Hingga sebuah istilah menarik perhatiannya: ghad al-bashar—menjaga pandangan.
Dari rasa kesal, tumbuh kekaguman. Dari kekaguman, lahir pemahaman. Dan tanpa ia sadari, perjalanan itu perlahan mengubah arah hidup, keyakinan, serta cinta tulus yang tumbuh lewat iman.
Namun satu pertanyaan masih tersisa. . . apakah cahaya itu akan membawanya kembali, atau justru membuatnya kehilangan segalanya?