Cuplikan Chapter ini
Sena kita harus bergerak Sekarang bisik Kael Suaranya meluruh kembali ke ritme siaga yang sunyi Namun kali ini luruh pula segala sisa kekakuan mesin yang biasa membungkus dirinya menyisakan sebuah nada perlindungan yang begitu tulus hangat dan sangat manusiawiSisa tawa yang baru saja surut meninggalkan kurva samar di bibir Sena meski napasnya masih tersendat lembut Ia memandangi ayam karet di genggamannya penuh sangka Semburat biru yang semula memancar kian luruh menyisakan ke