Cuplikan Chapter ini
Kael Everen menatap lembaran kertas di dalam amplop hitam itu dengan pandangan yang mendadak kosong Namun jauh di balik pupil matanya sebuah badai besar sedang berkecamuk hebatKata yang tercetak dengan guratan huruf yang angkuh seolah-olah dewan direksiyang dipimpin oleh ambisi ayahnya sendirisedang merayakan kejatuhannya dari puncak tertinggi korporasi Ini adalah sebuah audit yang tidak pernah ia duga sepanjang hidupnya Bukan audit laporan keuangan tahunan bukan audit performa ope