Cuplikan Chapter ini
Bagi gedung megah sekelas Everen Core kesunyian steril yang membekukan adalah sebuah privilese abadi Setiap pukul enam pagi ketika semburat matahari baru saja menyapu permukaan dinding-dinding kaca dengan warna jingga pucat Kael selalu menjadi satu-satunya entitas bernyawa yang melangkah di koridor Ia mengagumi ritme ini sebuah ruang hampa di mana ia bisa mendengar deru napasnya sendiri sebelum ambisi buta dan kepalsuan korporat ratusan karyawan memenuhi udaraNamun pada fajar yang di