Cuplikan Chapter ini
Kael memacu sepeda motor tua milik Pak Alarelle membelah hiruk-pikuk kemacetan jalanan kota dengan kecepatan tinggi yang berada di luar batas logika keselamatan Di dalam kepalanya dinding-dinding pembatas memori yang selama sepuluh tahun ini dikunci rapat oleh algoritma sistem mulai runtuh dan meledak satu per satu laksana kembang api yang membakar kegelapanIa mengingat gema suara tawa renyah Sena kecil Ia mengingat janji piyama hari Jumat yang mereka ucapkan di bawah rimbunnya pohon Ia