Cuplikan Chapter ini
Rumah tua itu berdiri di ujung jalan setapak yang ditumbuhi ilalang setinggi pinggang tersembunyi di balik barisan pohon pinus yang meranggas Di bawah siraman cahaya bulan yang pucat bangunan itu tampak seperti kerangka masa lalu yang enggan roboh Tidak ada lampu jalan juga deru mesin hanya suara jangkrik yang bersahut-sahutan menciptakan simfoni alam yang terasa asing di telinga Kael yang terbiasa dengan kebisingan korporatKael membantu Sena turun dari motor tua milik Pak Alarelle ya