Cuplikan Chapter ini
Elias duduk di sudut kamar kecilnya cahaya bulan menembus tirai tipis di jendela Sekolah tidak pernah terasa lebih dingin lebih sepi meski hiruk pikuk anak-anak terus mengelilinginya setiap hari Tawa dan hinaan Kevin serta gengnya masih menggema di benaknya Meskipun fisiknya mulai kebal terhadap pukulan emosinya tetap hancur setiap kali mereka menyerangnya Namun sesuatu berubah sejak ia bertemu MischaMischa bukanlah anak biasa Dengan rambut yang selalu acak-acakan tatapan kosong n