Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Bertanya Pada Restu Tuhan
Suka
Favorit
Bagikan
6. #6 (SCENE 79 - 103)

79. INT. RUMAH SAKIT – LORONG RUMAH SAKIT – MALAM HARI 2022

EMY
Ian please bertahan ya...

Nampak Emy yang panik sambil memegang tangan Ian.

IAN
(Suara mendenging)

Ian membuka sedikit matanya tampak Emy yang berlari mendorong kasur pasien dengan berurai air mata.

EMY
(Menangis)
IAN
(Suara nafasnya tidak beraturan)

JUMP CUT TO :

80. INT. RUMAH SAKIT – RUANG TUNGGU – MALAM HARI 2022

Emy duduk menatap kosong lorong rumah sakit sepanjang malam.

SUSTER
Permisi mbak, Mas Iannya sudah sadar...

Emy hanya mengangguk kecil.

SUSTER
Katanya ingin ketemu dengan mbak.

Emy terdiam, hanya tersenyum kecil.

Ia mengusap air matanya yang tiba-tiba terjatuh lalu masuk ke kamar Ian.

 

81. INT. RUMAH SAKIT - KAMAR INAP IAN – MALAM HARI 2022

Emy tersenyum dengan matanya yang masih sembab.

EMY
Hey...gimana? Ada yang masih sakit nggak?

Ian memegang tangan Emy.

IAN
Ada...
EMY
Mana?? Mau aku pangilkan dokter?
IAN
Nggak usah ngapain? Orang dokteernya udah ada disini.
Dokter Emy spesialis cintanya Ian.
EMY
Ih kamu ya...udah sakit masih aja becanda.
IAN
Serius aku beneran sakit banget...disini.

Menunjuk dadanya dengan nada meledek.

EMY
Kenapa? Hatinya atit ya tu...tu...tu.

Timpalnya.

IAN
Iya sakit karena habis ini nggak bisa ngelihat wajah nyebelin kamu lagi.

Sontak senyum Emy pudar.

Bibirnya kerkantup tak sanggup menjawab perkataan Ian.

JUMP CUT TO :

82. INT. RUMAH SAKIT – DEPAN KAMAR INAP IAN – MALAM HARI 2022

Emy menahan tangisnya.

FLASHBACK :

83. INT. RUMAH SAKIT – RUANGAN DOKTER – MALAM HARI 2022

Dokter menunjukkan hasil CT SCAN milik Ian.

DOKTER
Pak Damian dari stadium awal sampai akhir tidak pernah mau melakukan kemoteraphy dan dari hasil CT Scan ini kondisinya memburuk, saya tidak tau sampai kapan...
EMY
Cukup dok.
Emy menahan rasa sedihnya.

EMY

Apakah tidak ada cara lain, pengobatan lain untuk Ian bisa sembuh? Saya akan lakukan apapun dan berapapun biayanya!

Dokter hanya menggeleng pasrah.

EMY
Saya yakin Ian, teman saya saya pasti sembuh! Dok please berikan perawatan semaksimal mungkin buat teman saya.
DOKTER
Sudah menjadi tugas saya untuk mengobati pasien saya, tapi semua ada di tangan Tuhan.

Emy hanya terdiam.

BACK TO PRESENT :

84. INT. RUMAH SAKIT – DEPAN RUMAH SAKIT – MALAM HARI 2022

Emy mengusap air matanya.

FANS
Kak Emy?

Tanyanya ragu.

EMY
Iya?
FANS
Wah kebetulan benget, Kakak inget aku nggak? Yang dulu itu...
EMY
(Bingung)
Yang dulu apa ya?
FANS
Hisss...yang dulu bikin pacar kakak cemburu itu

Ujarnya tertawa.

EMY
Ah...inget-inget iya ya...wah nggak nyangka kita ketemu lagi. Kamu salah satu fans yang selalu aku inget sejak pertama aku jadi novelis.
FANS
Waduh jadi baper ini aku...awas aja pacar Kak Emy cemburu nanti.
EMY
Aman...aman udah aku gembok rapat-rapat.

Candanya.

FANS
Oh iya katanya tak kenal tak sayang jadi kenalin aku Miko fans berat Kak Emy dari jaman orok HAHAHA!
EMY
Oh Miko, iya iya aku sering liat komenan fans lain ngomoning kamu gara-gara demo mulu aku hiatus.
FANS
HAHAHA jadi ketahuan deh fanboynya.
Tapi beneran lo kak aku nunggu part
ke – 3 novelnya.

Emy hanya mengangguk kecil.

ISTRI FANS
Sayang kamu dari mana aja sih?

Protes wanita hamil yang tiba-tiba datang dari belakang Miko.

FANS
Nggak ini ketemu Kak Emy.
ISTRI FANS
Astaga! Kak Emy wah boleh minta foto??

Emy mengangguk tertawa.

EMY
Ini temen kamu Miko?
FANS
Ini Rita istri aku kak, kebetulan kita kenal gara-gara fansclub Emylo.
EMY
Astaga, cinlok. Wah seneng banget liatnya.
FANS
Iya kak, jadi nggak usah khawatir pacarnya cemburu. Aku udah ada pawangnya.

Ujarnya berbisik.

Emy hanya tertawa malu.

ISTRI FANS
Kak Emy ngapain disini? Ada yang sakit?
EMY
Ah...iya temen aku.
ISTRI FANS
Oalah...cepet sembuh deh buat temennya, stay healthy ya kak Emy.
FANS
Jangan lupa ditunggu kelanjutakan novelnya Restu Tuhan part 3.

Bisik Miko pada Emy.

ISTRI FANS
SEMANGAT KAK EMY! BYE BYE

Sahutnya pergi.

CUT TO :

85. INT. KANTIN RUMAH SAKIT – DEPAN KASIR – MALAM HARI 2022

Emy membeli bubur ayam.

KASIR
Maaf, Kak Emy nggak sih?

Emy hanya mengangguk pelan.

KASIR
(Kaget)
Wah!! Boleh minta tanda tangannya kak? Saya bawa novelnya Kak Emy.
EMY
Boleh.

Jawabnya pelan.

Emy pun menandatangani novelnya.

KASIR
Kak Emy!! Kapan novel ke – 3 nya dirilis?
Emylo udah nggak sabar ini loh.
EMY
Ditunggu aja ya.

Sahutnya manis.

KASIR
Siap kak.

Timpalnya girang.


86. INT. RUMAH SAKIT – DEPAN KAMAR INAP IAN – MALAM HARI 2022

Mengetahui banyak orang yang sadar keberadaannya, Emy pun membuka media sosial dan artikel terbaru tentanya dia. Ternyata benar belum banyak ia bertemu dengan fans, tapi foto-foto terbarunya sudah menjadi trending topik teratas di twitter.

FANS TWITTER (O.S.)
Yaampun udah lama gak liat Kak Emy (emot nangis)
Kak Emy kurusan, moga baik-baik aja...
Apa kabar 5 tahun digantung series – 2 doang (emot kesal)
Lucky banget astaga ketemu dia.

Cuitan para nitizen.

Tanpa reaksi apapun, Emy segera menutup ponselnya dan masuk ke ruangan Ian.

 

87. INT. RUMAH SAKIT – RUANG INAP IAN – MALAM HARI 2022

EMY
Yuhuuuu

Ujarnya penuh senyum sambil mengangkat 2 bungkus bubur ayam.

EMY
Nih liat aku bawa apa, tada!

Membuka bubur ayam.

IAN
Kok bubur lagi sih, pizza kek apa gitu!
EMY
Cerewet ah lu!

Memukul pundak Ian.

IAN
Gue bosen bubur Emy!
EMY
Udah makan!

Menyuapkan bubur ke mulut Ian.

Ian pun hanya bisa pasrah dan diam.

JUMP CUT TO :

88. INT. RUMAH SAKIT – RUANG INAP IAN – TENGAH MALAM 2022

Tengah malam Emy melamun sambil membolak-balikkan novel series ke – 2 nya yang dibawa oleh Ian.

IAN
Lo nggak tidur?
EMY
Belum ngantuk.

Jawabnya singkat.

IAN
Emy...

Mencoba bangun dari tempat tidur.

EMY
Eh ngapain lo bangun? Tidur Ian!! loh tuh harus istirahat total.
IAN
Nggak ah gue encok kelamaan tidur.

Emy hanya tertawa kecil.

Ian perlahan memegang tangan Emy dengan lembut.

IAN
Lo kenapa nggak nulis lagi?
EMY
Hidup gue udah berhenti 5 taun lalu Ian...

Jawabnya serak.

IAN
Lhah buktinya lo masih nafas sekarang, apa jangan-jangan lo hantu ya?!
EMY
Eh lo ya! Gue udah serius-serius lo malah bercanda. Nggak asik loh!

Kembali memukul Ian.

IAN
Emang sebenernya bakal lo itu bukan nulis My!
EMY
Terus?

Tanyanya sewot.

IAN
Jadi tukang pukul HAHAHA
EMY
Loh ya ih!!!

Menjewer kuping Ian.

IAN
Ih nambah deh jadi tukang jewer kuping HAHAHA!!
EMY
Sekalian gue smackdown lo ya Ian!

Ujarnya tertawa, Ian pun ikut tertawa.

Mereka pun menghabiskan malam dengan penuh tawa.

LATER :

CUT TO :

89. RUMAH SAKIT – RUANG KEMOTERAPHY – PAGI HARI 2022

Ian menatap kosong atap rumah sakit sambil menunggu pengobatannya selesai.

 

90. INT. RUMAH SAKIT – DEPAN RUANG KEMOTERAPHY – PAGI HARI 2022

(Kring...kring...kring...)

Terlihat nama “bapak” bordering di handphone Ian.

Emy hanya memandang, Ia tak berani untuk menjawab.

CUT TO :

91. INT. RUMAH SAKIT – KAMAR INAP IAN – MALAM HARI 2022

EMY
Tadi Pak Rachmat telepon lo, cuma nggak gue jawab.

Sambil memberikan handphone Ian.

IAN
Lebih baik gitu sih.

Sahutnya pelan.

EMY
Wait, jangan bilang Pak Rachmat sama Bu Sri belum tau kondisi lo sekarang??

Ian mengangguk.

EMY
Ian! Mereka orang tua lo! Mereka sepantasnya tau kondisi lo!
IAN
(Marah)
Terus Pak Joni sama Bu Elisa juga kenapa nggak boleh tau kondisi lo? Ketika anak mereka diam-diam mau bunuh diri?
EMY
Ya tapi itu kan beda Ian!
IAN
Sama aja Emy, kita sama-sama dikondisi mau mati!

Bentak Ian.

Mendengar perkataan Ian, Emy pun emosi.

EMY
Dan lo nyelametin gue buat gue hidup, tapi lo malah mau pergi ninggalin gue hah? Terus buat apa gue hidup kalau cuma buat ngerasain ditinggal lo untuk kedua kalinya!

Emy menangis lalu pergi.


92. EXT. RUMAH SAKIT – TAMAN RUMAH SAKIT – MALAM HARI HUJAN 2022

Emy duduk di taman menangis sesegukan ditemati hujan malam hari yang mendukung suasana hatinya.

EMY
Ya Tuhan! I just wanna happy for once.
Coundn’t I?

Rintihnya malam itu.

 

93. INT. RUMAH SAKIT – DEPAN KAMAR IAN – TENGAH MALAM 2022

Emy berjalan sempoyongan dengan tubuh yang masih basah kuyup.

Ia tersentak saat melihat Ian tak ada di kamarnya.

EMY
Sus? Pasien disini dimana ya?
SUSTER
Oh iya tadi dokter nyari walinya Pak Damian.
EMY
Iya kenapa?

Mulai khawatir.

SUSTER
Beberapa jam yang lalu Pak Ian tiba-tiba unfall dan sekarang ada di ruang ICU.

Belum selesai suster berbicara, Emy langsung lari mencari Ian.

 

94. INT. RUMAH SAKIT – DEPAN RUANG ICU – TENGAH MALAM 2022

Emy menyerobot masuk kedalam ruangan namun ditahan oleh suster.

SUSTER
Maaf mbak, jam besuk sudah lewat.

Bisa kembali besok pagi.

EMY
Tapi teman saya ada di dalam sus!
Saya harus lihat!
SUSTER
Atas nama siapa?
EMY
Alshad Damian.
SUSTER
Maaf mbak, pasien baru saja masuk ICU dan baru saja melewati masa kritisnya jadi harus istirahat total. Kalau pun mbak mau menjenguk bisa kembali lagi besok apalagi kondisi mbak yang basah sangat tidak kami anjurkan demi kebaikan pasien.
EMY
Tapi teman saya nggak apa-apa kan sus?

Tanyanya penuh khawatir.

SUSTER
Kita belum bisa pastikan karena kondisi pasien yang belum stabil.

Mendengar menjelasan suster, Emy pun langsung lemas dan menyesali pertengkarannya dengan Ian.

EMY
Baik, terima kasih sus.

Jawabnya kecewa.

JUMP CUT TO :

Jam 03.00 telah berlalu tetapi Emy masih belum beranjak dari kursi tunggu.

Ia tak bisa tidur karena khawatir dengan keadaan Ian.

Air matanya terus mengalir dengan tatapan kosong penuh penyesalan yang terpancar dari wajahnya.

FLASHBACK :

95. EXT. KANTIN SEKOLAH – TEMPAT DUDUK KANTIN – SIANG HARI 2007

Emy teringat Ian yang kepedesan bakso miliknya dan semua tawa mereka kala itu.

JUMP CUT TO :

96. INT. BENGKEL PAK IBNU – DEPAN MOTOR – MALAM HARI 2022

Canda tawa Ian saat mereka saling mengoleskan oli pada wajah mereka satu sama lain.

JUMPT CUT TO :

97. INT. KONTRAKAN EMY – RUANG TENGAH DEPAN PIANO – MALAM HARI 2022

Emy mengingat kenangan saat Ian berlutut melamar Emy dan memasangkan cincin pada jari manis Emy.

BACK TO PRESENT :

98. INT. RUMAH SAKIT – RUANG TUNGGU ICU – DINI HARI 2022

Emy mengeluarkan kalung dari balik bajunya dengan liontin cincin lamaran Ian yang selama ini ia pakai.

Sepanjang malam Emy hanya melamun sambil memegangi cincin liontin pemberian Ian itu.

JUMP CUT TO :

99. INT. RUMAH SAKIT – RUANG TUNGGU ICU – PAGI HARI 2022

SUSTER
Mbak Emy?
EMY
Iya?
SUSTER
Waktu jenguk masih 2 jam lagi, Mbak Emy bisa bersih-bersih dulu nanti baru bisa jenguk. Tenang, Pak Damian selalu kita awasi setiap jamnya kok.

Tuturnya.

EMY
Kalau ada apa-apa segera kabari ya sus? Tapi keadannya baik-baik aja kan sampai sekarang?

Suster mengangguk dengan yakin.

Emy pun segera meninggalkan ICU dan berganti baju.

LATER 2 JAM KEMUDIAN :

100.     INT. RUANGAN ICU – RUANG IAN – PAGI HARI 2022

Emy berjalan ragu.

Matanya berkaca-kaca saat melihat tubuh Ian yang berbagai alat medis.

EMY
Maafin gue...

Ujarnya pelan.

EMY
I Love You.

Bisiknya mencium kening Ian.

IAN
(Defiblillator Ian tiba-tiba menunjukkan angka 60, 45, dan semakin menurun)
PERAWAT PENJAGA
(Kode blue...kode blue)

Dokter dan tim perawat berlari menuju ranjan Ian.

Emy yang shock hanya terdiam dan terlihat bingung dengan situasi yang ia alami.

SUSTER
Mohon keluar mbak, supaya dokter bisa melakukan penanganan.

Suster pun menyerat tubuh Emy dan sudah lemah keluar dari ruang ICU.

DISSOLVE TO :

(Efek suara berdenging)

Terlihat asisten dokter yang langsung mensejajarkan ranjang dan memasangkan oksigen dari mulut (Intubasi Endotrakeal)

DOKTER
Sus Epnephrine 200 mcg

Suster pun dengan cepat menuntikkan obat tersebut pada selang infus Ian. Namun kondisinya masih kritis.

DOKTER
Siapkan defiblillator
120 joule...

Suster mengisi daya Defiblilator.

DOKTER
1, 2, 3 clear shoot!
DOKTER
(Monitor menunjukkan 40, 30, ...)
Naikkan 200 joule

Sambil memberikan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation).

1, 2, 3 clear shoot!

Terlihat monitor jetak jantung Ian yang mulai kembali normal dari 60, 80, 90.

Di satu sisi Emy menangis tersedu-sedu, tangannya gemetar takut akan kehilangan Ian.

 

101.     INT. RUMAH SAKIT – DEPAN ICU – SIANG HARI 2022

Dokter keluar dari ruangan Ian, Emy pun segera menghampirinya.

EMY
Dok kenapa teman saya?! Kemarin dia baik-baik saja!
Dia bahkan sudah melalukan kemo, kenapa tiba-tiba sedrop ini??

Tuturnya protes.

 CUT TO : 

102. INT. RUMAH SAKIT – RUANGAN DOKTER – SORE HARI 2022

Dokter mengambil sebuah buku dari laci miliknya dan memberikannya kepada Emy.

DOKTER
Ini adalah catatan harian Ian, dia memberikan ke saya saat sebelum unfall.
Tangan Emy bergetar menerima buku tersebut.


103. EXT. TAMAN RUMAH SAKIT – TEMPAT DUDUK – MALAM HARI 2022

Emy membuka satu per satu lembar catatan harian Ian.

IAN (O.S.)
(Lembar kesatu)
Hanya dia satu-satunya wanita yang aku cintai.

Emy tersenyum simpul.

(Lembar kedua)
Ya Allah...berikan sedikit waktu lebih lama dengannya.
(Lembar ketiga)
Hidupku seperti jarum dalam jerami yang telah terikat begitu rapat untuk menemukan celah akan cahaya kehidupan.
(Lembar keempat)
Hari ini dia menikah, aku harap dia bahagia walau aku tidak akan pernah rela dia menjadi milik orang lain.
(Lembar kelima)
Aku adalah lelaki lemah yang telah membiarkan wanita yang aku cintai menjadi milik orang lain dan membiarkan istriku berselingkuh yang kemudian menjadi milik orang lain pula.
(Lembar Keenam)
Hari ini aku bertemu dia kembali, saat nafasku sudah berada pada ujung kehidupan. Sekali saja, ijinkan aku untuk berdansa dan memeluknya.

Ia segera menutup buku tersebut dan lari masuk kedalam rumah sakit.


Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar