Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
'AIN
Suka
Favorit
Bagikan
4. Rencana Penyerangan

FADE IN:

INT. RUANG RAWAT INAP VIP — DAY

Reyko sedang tertidur di atas ranjang. Farah dan Anya sibuk membalasi netizen di halaman komentar sosial media mereka masing-masing. Keykan memasuki ruangan.

KEYKAN
Hei, sorry lama. Thanks God, kata dokter gak ada luka dalam yang serius di kaki Reyko.
ANYA
Thanks God!
FARAH
Alhamdulillah!
KEYKAN
Makasih ya guys udah jagain suami gue.
FARAH
Santai! By the way, babysu mana?
KEYKAN
Pulang sama Lusi naik taksi. Kasihan anak gue kalau lama-lama di sini, banyak viruskan?!
ANYA
Hah? Serius lu masih berani ninggalin babysu sama si Lusi itu? Aman beb?
KEYKAN
Entahlah ya, pusing banget kepala gue! Tapi kayaknya dia gak bakal....

FLASHBACK:

Keykan terdiam, ia teringat akan mimpinya tentang babysu yang ditemukan tewas di kamar, juga tentang suaminya yang tersungkur jatuh sebagai mayat.

CUT TO:

KEYKAN
Astagaaaaa!!
ANYA
Kenapa?
FARAH
Key?
KEYKAN
Wait.. wait!

CUT TO:

Keykan lalu berdiri dan sedikit menjauh. Keykan menelpon mamanya untuk memintanya menemani babysu dan Lusi di rumah Keykan. Bunyi dering panggilan terus terdengar memecah sunyi. Keykan mondar-mandir dengan panik. Tapi berapa kalipun dicoba, panggilan telepon tersebut masih tetap tidak tersambung. Keykan lalu memukul pintu.

KEYKAN
Mama kemana sih?!

CUT TO:

Reyko yang kaget dengan bunyi pukulan Keykan lalu terbangun.

REYKO
Sayang? Kamu kenapa?
ANYA
Tahu lu Key? Kenapa sih? Jangan bikin parno deh!

CUT TO:

Keykan berjalan menuju ranjang tidurnya Reyko.

KEYKAN
Kamu ingetkan kalau belakangan ini aku sering banget mimpiin kamu dan babysu jadi mayat?
ANYA
What?! Jadi itu isi mimpi yang lu bilang bikin lu takut tidur?
KEYKAN
Iya, gue sering banget mimpi kalau dinding rumah gue retak dimana-mana, terus begitu gue ke kamar babysu sambil ngeraba dalam gelap, anak gue udah kaku kayak mayat. Dan tahu-tahu Reyko juga...

CUT TO:

Reyko menggenggam tangan Keykan sebagai isyarat untuk menyudahi ceritanya. Keykan lalu tersungkur menangis di atas dada Reyko. Anya dan Farah mendekat.

FARAH
Udah-udah, yang buruk-buruk jangan diingat... By the way, tadi lu telepon siapa Key? Kok kayak panik gitu.

Keykan lalu teringat akan suatu hal, ia kembali panik dan menyeka air matanya.

KEYKAN
Astaga mama?!
REYKO
Kenapa mama?
KEYKAN
Aku telepon mama dari tadi, tapi gak diangkat-angkat!
REYKO
Tumben banget ya? Mama biasanya fast response lho. Atau mungkin lagi jauh dari HP?
KEYKAN
Gak mungkin gak mungkin! Oh iya... Mama bahkan belum chat aku sama sekali lho hari ini. Padahal mama gak mungkin gak lihat berita soal aku dan Farahkan?!
FARAH
Sabar, sabar.. Coba sekarang lu telepon lagi.

Keykan lalu mencoba menghubungi mamanya beberapa kali lagi, namun masih tetap tidak ada response. Kirim pesan pun hanya centang satu. Ditelepon by number pun tetap tidak ada response.

KEYKAN
Masih gak diangkat!
ANYA
Bentar deh, lu kenapa sih tiba-tiba inget nyokap lu?
KEYKAN
Gue mau minta tolong mama ke rumah buat nemenin babysu, firasat gue jelek banget!
ANYA
Oke oke, kalau gitu, mending lu telpon aja si Lusi, suruh dia tidur di rumah nyokap lu.
KEYKAN
Oh, benar benar!

CUT TO:

INT. DAPUR RUMAH MAMANYA KEYKAN — NIGHT

INSERT:

  1. Timelapse pergantian waktu sore ke malam.
  2. Lusi menggenggam pisau dan menatapnya dalam-dalam.
  3. Layar HP Lusi menunjukkan panggilan masuk dari Keykan.
  4. Lusi melirik HPnya, lalu mengalihkan pandangannya ke ruang keluarga, dimana mamanya Keykan sedang duduk menonton TV bersama babysu.
  5. Lusi mengabaikan panggilan masuk dari Keykan, dan mulai mengasah pisau dengan khas misteriusnya.

CUT TO:

INT. RUANG RAWAT INAP VIP — NIGHT

Keykan, Reyko, Anya dan Farah masih hening menunggu jawaban Lusi. Di ruangan itu, hanya ada cahaya redup dan dering telepon yang menjadi tanda-tanda kehidupan.

KEYKAN
Kurang ajar banget sih Lusi! Gak diangkat-angkat doooong!!!
FARAH
Coba telepon satpam rumah lu aja, minta di sambungin ke Lusi.
KEYKAN
Oh iya!

MATCH CUT TO:

  1. Sambil mengimbangi situasi, dengan gelagat sembunyi-sembunyi Farah mengetikkan pesan "LAKUKAN SEGERA!" ke sebuah nomor yang tidak dia save dengan nama. Close up layar ponsel yang kemudian dilock off.
  2. Close up layar ponsel di atas meja yang 'on by notification' pesan masuk dari Farah dengan nama pengirim tersimpan "Bu Bos". Close up siluet tangan yang berayun mengambil HP tersebut.
  3. Ayunan kaki close up to zoom out yang semakin memperlihatkan sosok Lusi mendekati mama Keykan dan babysu.

INTERCUT:

INT. RUANG RAWAT INAP VIP — NIGHT

Keykan me-load speaker pembicaraannya dengan satpam di rumah.

KEYKAN
Berarti dari sore tadi Lusi belum sampai rumah pak?

CUT TO:

EXT. SERAMBI POS SATPAM RUMAH KEYKAN — NIGHT

SATPAM
Betul bu, sejak Pak Reyko di bawa ke rumah sakit, tidak ada siapa-siapa di rumah selain saya sampai sekarang.

CUT TO BACK:

KEYKAN
Shit! Lusi gak ada cerita ke bapak dia mau ada rencana kemana gitu hari ini?
SATPAM
Hmm, sebentar coba saya ingat-ingat bu.. Oh, iya! Mungkin ke rumah orang tuanya ibu. Soalnya Lusi belakangan ini sering cerita tentang mendiang ibunya. Jadi mungkin dia mampir ke sana untuk nostalgia bu. Soalnya selain rumah ini dan rumah orang tuanya Bu Keykan, dia gak punya tempat singgah lagi di jakarta bu, diakan pendatang baru dari kampung.
KEYKAN
Hah? Rumah mama?! Oke makasih pak!

CUT TO:

INT. RUANG RAWAT INAP VIP — NIGHT

Reyko, Keykan, Anya dan Farah semakin tegang menerka-nerka keberadaan Lusi dan babysu, serta menerka-nerka apa yang terjadi pada mamanya Keykan.

REYKO
Tenang sayang, coba telepon mama lagi deh.
KEYKAN
Ini juga aku telepon dari tadi, tapi masih gak diangkat-angkat.
ANYA
Telepon satpam rumah nyokap lu deh!

Sebuah notifikasi pesan masuk di HP Farah berdenting, Farah lalu melirik isinya dan lalu terlihat kaget dengan saran dari Anya.

FARAH
Em, agak lama deh kayaknya. Belum tentu diangkat juga. Gimana kalau kita langsung ke rumah ibu lu aja Key?
KEYKAN
Tapi suami gue gimana?
REYKO
It's okay, di sini banyak suster. Kamu ke sana aja. Lagian kakiku udah gak sakit sama sekali kok.
ANYA
Serius lu?
REYKO
Iya, sama sekali gak sakit. Tadi pagi sakitnya juga gak lama, kayaknya cuma keseleo.
KEYKAN
Beneran gak papa aku tinggal sendiri?
REYKO
Just go dear, aku tahu kamu cemas banget sama mama dan babysu... Tapi aku bingung, kenapa kamu tiba-tiba overthinking gini sih sama Lusi? Kalian gak berantem gara-gara kejadian tadi pagikan?
KEYKAN
Panjang ceritanya, nanti aku share kalau urusan ini udah selesai ya. Bye, take care.

Keykan, Anya, dan Farah lalu bergegas meninggalkan ruang rawat inap itu untuk menuju rumah mamanya Keykan.

INSERT:

  1. Farah terburu-buru mengetik pesan "OKE CUKUP, PERGI SEKARANG!".
  2. Reyko membuka selimut yang menutupi kakinya, lalu menatap kedua kakinya yang bahkan tidak bergeming walau sudah berusaha digerakkan.
  3. Anya 'nyambi' posting video karaoke bareng Gleo dengan caption "SAFE FLIGHT HONEY".
  4. Keyko masih terus menghubungi ponsel mamanya yang belum juga aktif.

CUT TO:

INT. DEPAN RUMAH MAMA KEYKAN — NIGHT

Mobil online yang ditumpangi Farah, Keykan, dan Anya tiba di depan gerbang rumah Mama Keykan. Mobil tersebut lantas pergi, Keykan terlihat rusuh ingin segera memasuki rumah, lalu terlihat pak satpam datang mendekat. Setelah menyadari sosok yang datang adalah Keykan, pak satpam segera menyapa sambil membukakan pintu gerbang.

PAK SATPAM
Lho, mbak Keykan? Tumben malam-malam ke sini? Pak Reyko gimana mbak? Saya lihat beritanya tadi pagi di....
KEYKAN
Mama saya ada pak?
PAK SATPAM
Ibu? Ada kok mbak.
KEYKAN
Papa ada?
PAK SATPAM
Lho? Bapakkan masih dinas di luar negeri mbak. Ada apa mbak?
FARAH
Berarti ibu sendirian di dalam rumah pak?
PAK SATPAM
Tidak, kan ada Lusi dan Suisen...

Mendengar penjelasan pak satpam yang membenarkan dugaan Keykan, maka Keykan langsung berlarian memasuki rumah dengan khawatir. Disusul Farah dan Anya.

CUT TO:

EXT. RUANG TAMU RUMAH MAMA KEYKAN — NIGHT

Keykan memasuki rumah sambil berteriak memanggil-manggil mamanya.

KEYKAN
Maaa, mama!

CUT TO:

INSERT:

  1. Big close up mata mama keykan yang tiba-tiba terbuka.
  2. Close up tangan Farah yang tiba-tiba menyekap mulut Keykan dari belakang.
  3. Close up panggilan masuk dengan dering kencang yang memecah sepi, dari handphone yang digenggang Anya.

CUT TO:

Anya, Keykan, dan Farah terkaget dengan bunyi handphone Anya. Ternyata Gleo yang telepone.

FARAH
Ya ampun nya, ngagetin ah!
ANYA
Gleo telepon. Kalian duluan aja, gue angkat telepon dulu di sini.
KEYKAN
Mmmmp mmmp!

CUT TO:

EXT. RUANG TENGAH RUMAH MAMA KEYKAN — NIGHT

Farah mengangguk kepada Anya, lalu menggiring Keykan menuju ruang tengah, Keykan meronta, dan Farah melepaskan dekapan tangannya dari mulut Keykan.

KEYKAN
Lu kenapa sih rah?!
FARAH
Sorry sorry, gue tahu lu panik, tapi lebih baik kita langsung ke kamar ibu lu aja, daripada lu teriak-teriak dan malah memperkeruh keadaan.
KEYKAN
Yaudah ayuk cepat!

Belum sedetik Keykan melangkah, lampu rumah tiba-tiba mati. Suasana hening sesaat.

CUT TO:

EXT. RUANG TAMU RUMAH MAMA KEYKAN — NIGHT

Anya kaget karena lampu tiba-tiba mati di saat dia sedang bicara dengan Gleo.

ANYA
Honey, nanti aku telepon lagi ya. Bye!

Anya lalu berjalan pelan di dalam kegelapan. Meraba-raba sambil sesekali parno dengan desir angin pada gorden jendela dari arah pintu utama yang terbuka.

ANYA
Ampun deh, gelap banget nih. Semoga gak nyenggol apa-apa deh. Bisa rusak nanti kulit kaki gue yang mulus ini.

intu tiba-tiba tertutup kencang. Anya kaget dan menyenggol vas bunga hingga terdengar bunyi pecahan yang nyaring. Anya berteriak sekali, lalu tiba-tiba sesuatu yang ghaib mencekiknya hingga Anya kesulitan untuk bernapas.

CUT TO:

EXT. RUANG TENGAH RUMAH MAMA KEYKAN — NIGHT

Farah dan Keykan kaget mendengar bunyi pecahan dari ruang depan, lalu semakin khawatir setelah bunyi jeritan Anya hilang dengan janggal.

FARAH
Anya Key?!
KEYKAN
Ayo kita cek!

Di tengah kepanikan yang melanda, suara tangin babysu menghentikan langah Keykan ke arah Anya.

FARAH
Key, gue samperin Anya dulu, lu duluan cari babysu, nanti habis itu kita nyusul ke kamar ibu lu di lantai dua!

Keykan tidak menggubris ucapan Farah. Keykan lalu berlarian, menabrak sana sini karena khawatir dengan anaknya. Kejadian-kejadian dalam mimpi buruk Keykan pun kembali terbayang. Tentang bagaimana bayinya pucat pasi. Dan bagaimana suaminya tersungkur kaku.

FARAH
Nya?.. Anya lu dimana?

Farah menyalakan flash light di handponenya, lalu berjalan perlahan ke arah ruang tamu tempat terakhir kali mereka berpisah.

CUT TO:

EXT. TANGGA LANTAI DUA RUMAH MAMA KEYKAN — NIGHT

Keykan akhirnya tiba di lantai dua dengan beberapa sakit di bagian tubuhnya akibat menabrak sana-sini. Suara tangis babysu terdengar semakin dekat. Keykan kembali bangkit dan berlari tergopoh menuju kamar mamanya.

INSERT:

  1. Keykan membuka pintu kamar ibunya.
  2. Keykan melihat siluet wanita dengan rambut mengembang berantakan sedang menggendong babysu.
  3. Keykan lalu menarik paksa babysu dan mendorong jatuh siluet itu.
  4. Mama Keykan tiba-tiba teriak kesakitan, dan lampu pun menyala.

CUT TO:

EXT. KAMAR DI RUMAH MAMA KEYKAN — NIGHT

Keykan kaget karena yang barusan didorong jatuh adalah mamanya sendiri. Mendengar jeritan mama keykan, Lusi datang memeriksa.

LUSI
Lho? ada Bu Keykan? Eh? Ya Allah, ibu...

Saat Lusi berjalan mendekat untuk menolong mamanya Keykan yang tersungkur jatuh, Keykan tiba-tiba menghadang dan menampar Lusi. Mama Keykan kaget dan langsung bangkit sendiri.

MAMA KEYKAN
Keykan?! Kamu ini kenapa sih?!
KEYKAN
Biarin mah, biar dia gak makin kurang ajar!
MAMA KEYKAN
Siapa yang kurang ajar?! Jelas-jelas kamu yang dateng-dateng dorong jatuh mama. Kamu yang dateng-dateng nampar Lusi!
KEYKAN
Mah, please stop belain dia. Dia ini penjahat mah!
MAMA KEYKAN
Stop ya Key, kamu ini....

Belum selesai debat berlangsung, tiba-tiba suara jeritan Farah mengalihkan perhatian. Keykan lantas membawa babysu turun menuju sumber bunyi, disusul Lusi, dan Mama Keykan.

CUT TO:

EXT. RUANG TAMU RUMAH MAMA KEYKAN — NIGHT

Saat Keykan, Babysu, Lusi, dan Mama Keykan tiba di ruang tamu, Anya sudah terkapar pingsan dengan beberapa luka cakar di bagian leher, seperti tanda perlawanan diri saat sedang dicekik. Farah tersungkur jatuh histeris, sementara pak satpam juga belum lama tiba sebelum Keykan dll.

KEYKAN
Astaga, Anya kenapa rah?!
FARAH
Gak tahu, gue gak tahu, begitu lampu nyala, dia udah...udah...
KEYKAN
Oke oke, calm down rah. Yang penting kita bawa dulu Anya ke rumah sakit.
MAMA KEYKAN
Mama ambil kunci mobil dulu Key.. Pak pak, tolong Anya diangkat dulu ke sofa.

Sebelum pak satpam menghampiri Anya, Lusi sudah lebih dulu mendekat dan memeriksa nadi di tangan dan leher Anya.

LUSI
Masih hidup
KEYKAN
Yaiyalah! Kenapa kamu? Kecewa karena rencanamu gagal? Sumpah ya Lus, saya gak paham kita bertiga nih punya salah apa sih sama kamu? Kenapa kamu...
LUSI
Playing victim
KEYKAN
Hah? Maksud lo apa?!

Keykan mendorong-dorong Lusi sambil menggendong babysu. Sementara pak satpam dan Farah sibuk mengangkat Anya ke sofa.

MAMA KEYKAN
Stop ya Key! Gak ada waktu buat cari masalah! Anya butuh kamu gerak cepat!
KEYKAN
Tapi mah, dia itu...
MAMA KEYKAN
Bawa Anya ke rumah sakit sekarang!

Mama Keykan mengambil babysu dari gendongan Keykan, dan menjauhkan Lusi dari Keykan. Keykan kesal, ia menatap Lusi dalam-dalam, lalu mengepalkan genggaman tangannya.

BLANK:

Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar