Cuplikan Chapter ini
Langkah Evan pelan saat menyusuri trotoar malam itu Tidak terburu-buru tapi juga jauh dari kata santai Seolah tubuhnya terus bergerak karena memang harus bergerak sementara pikirannya tertinggal entah di mana Udara malam sebenarnya biasa saja dingin seperti malam-malam lain tapi di kepalanya semuanya terasa lebih berat Tangannya masuk ke saku jaket memastikan ponselnya masih ada di sana Benda itu diam Tidak bergetar Tidak berbunyi Tidak ada notifikasi baru Untuk pertama kalinya