Cuplikan Chapter ini
Sore turun pelan menuju malam dengan langit yang masih menyisakan warna abu kebiruan sebelum benar-benar gelap Lampu jalan mulai menyala satu per satu membentuk garis panjang di sepanjang trotoar yang ramai tapi tidak padat sementara kendaraan lewat dengan ritme kota yang tidak pernah benar-benar berhenti Di depan sebuah kafe yang tampak cukup nyaman tanpa terlihat terlalu mencolok Evan berdiri diam dengan kedua tangan masuk ke saku celana ponselnya tersimpan di sana tanpa disentuh Te