Cuplikan Chapter ini
Ario duduk di pinggiran teras masjid sembari memasang sepatu Melintas seorang Bapak berusia lima puluhan ke atas tepat setelah Ario selesai memakai sepatu Lelaki yang tak asing bagi Ario sebab sering ia lihat tiap kali singgah di Masjid An-Nur Baru setahun belakangan ini Ario ketahui bahwa beliau adalah marbut masjidSudah mau balik Nak sapa marbut dengan ramah Senyum tipis menghiasi wajahnyaIya Pak Ario balas tersenyum Saya duluan PakAh ya silakanArio bergegas mengayun