Cuplikan Chapter ini
Selasa pagi menjelang siang yang berawan Ario telah duduk di ruang tamu kediaman Kades Perangai Tampak ia sedang bercakap-cakap dengan pimpinan tertinggi desa yang terletak di ujung Kecamatan Merapi Selatan tersebutBegitulah Kak ceritanya Pekan kemaren aku lah sudah pertemuan dengan beberapa pengurus kelompok juga anggota petani tapi tanggapan mereka tu bisa dikatakan lesu Tak ada satu pun yang mau jadi penangkar Berat kalau harus keluar biaya Kakak inilah yang jadi harapan aku Ka