Cuplikan Chapter ini
Hujan turun tipis di halaman rumah Rachman sore itu seperti tirai bening yang pelan-pelan menutup babak panjang kehidupan mereka Laura duduk di teras sambil memandang jauh sementara Rafael berdiri beberapa langkah di belakangnya menunggu tanpa suara Sejak hari ia memilih Rafael dunia terasa lebih tenangbukan karena semuanya selesai tetapi karena akhirnya ia mengambil keputusan dengan penuh kesadaranPintu rumah berderit pelan Arvin muncul dari balik genangan cahaya lampu ruang tamu