Cuplikan Chapter ini
Senja itu turun seperti seseorang yang sedang menutup tirai pelan-pelan Langit jingga memudar jadi keemasan dan Laura berdiri di balkon rumah Hendrirumah kecil yang teduh di pinggiran kota Hamburgdengan surat yang sejak awal telah menjadi poros hidupnya berputarRafael berdiri satu meter di belakangnya Diam Tegak Napasnya panjang dan berat seperti baru selesai maraton yang tak pernah ia pilih untuk ikutArvin duduk di ruang tamu menatap lantai Sejak tadi ia tidak berkata apa-apa