Cuplikan Chapter ini
Bab 38 Pelindung di Balik BayanganSinar matahari sore menembus celah-celah jendela ruang OSIS yang sudah sepi Aluna duduk di kursi kayu panjang masih menatap kertas kontrak dari lembaga bimbel di tangannya dengan pandangan tidak percaya Di hadapannya Arka sedang sibuk membereskan tumpukan proposal namun gerakannya terlihat tidak fokus Matanya berkali-kali melirik ke arah AlunaMasih mau diliatin terus sampai kertasnya bolong tanya Arka memecah keheningan Tanda tangan Lun Sebelum Om