Cuplikan Chapter ini
Bab 23 Kontrak Tak Tertulis demi Sesuap NasiSiang itu udara di halaman SMP terasa panas dan penuh dengan aroma perpisahan Di saat teman-teman seangkatannya sibuk mencoret-coret seragam dan merayakan kelulusan Aluna justru duduk termenung di balik pilar aula yang sepi Di tangannya selembar brosur SMA unggulan tampak lecek karena terus-menerus ia genggam Ia tahu dengan kondisi ekonomi keluarganya setelah sang ayah tiada sekolah elit itu hanyalah mimpi yang terlalu tinggiNgapain lo di