Cuplikan Chapter ini
Jakarta tidak pernah benar-benar memberi ruang bagi seseorang untuk berhentiSejak matahari muncul di balik deretan gedung jalanan sudah dipenuhi kendaraan yang saling berebut waktu Klakson bersahutan suara kereta melintas dari kejauhan sementara orang-orang berjalan cepat di trotoar dengan wajah yang seolah sedang mengejar sesuatu yang bahkan mereka sendiri belum tentu tahu apaKota ini selalu bergerakDan selama empat tahun terakhirAku ikut bergerak bersamanyaMotor yang kutumpangi a