Cuplikan Chapter ini
Lampu di sebagian ruangan mulai dimatikan satu per satu menyisakan suara pendingin ruangan dan bunyi keyboard dari beberapa karyawan yang masih lemburAku berdiri di dekat jendela lantai tiga sambil menatap langit Jakarta yang perlahan berubah jinggaDi bawah sana kendaraan mulai memenuhi jalanan seperti aliran yang tidak pernah benar-benar berhentiPonselku bergetar pelanGrup kecil tim kami kembali ramaiDika Wih serius amatDewi TumbenSedangkan Ayu cuma mengirim emoji bingungAku ter