Cuplikan Chapter ini
Gyana mengedipkan kedua mata yang tak fokus menatap langit-langit ruang inap Sebelum mengerling sebelah tangannya yang dihias selang infus bergerak-gerak pelan Tangan yang lainnya memegang kepalanya yang dibebat perban Meski tidak sesakit sewaktu pertama kali Gyana membuka mata tetapi luka itu masih terasa nyeri Yang ia ingat kepalanya sempat terbentur benda keras sebelum berakhir di ruangan ini Tidak hanya itu ada bagian lain di tubuhnya yang masih belum pulihGyana menempelkan te