Cuplikan Chapter ini
Buku kulit hitam dari Naga Laut itu sudah dibawa ke ruang dewan Arunika Daru membuka halaman pertamanya di hadapan Ambarini Ki Jala Nyi Tirta dua pencatat dan tiga perwakilan keluarga pelaut Jaladri sendiri ditahan di benteng pelabuhanPara tawanan Tanjung Wesi tetap diberi makan Nama mereka dicatat menurut kapal agar kelak tidak tertukar saat pertukaran tawananDi buku itu Tanjung Wesi tidak disebut sebagai kerajaan penyerang Mereka tercatat sebagai peminjam dana untuk armada Ranu