Cuplikan Chapter ini
Upacara tidak dilakukan di istana Ratu Ambarini memilih dermaga utama tempat semua orang bisa melihat kapal-kapal yang baru saja kembali dari perangTombak Samudra masih kandas di bagian dangkal teluk Panji Tanjung Wesi sudah diturunkan tetapi belum diganti dengan lambang Arunika Kapal itu dianggap rampasan perang yang statusnya harus diputuskan bersama dewan bukan hadiah pribadi bagi ratuDi sepanjang dermaga berdiri pelaut pekerja galangan pemilik gudang keluarga awak Bintang Pagi