Cuplikan Chapter ini
Menyengat dan menyesakkan dada aroma kamboja itu membuktikan bahwa apa yang menerpa wajah Baskara bukanlah angin biasa Hawa itu terasa sangat padat seolah olah ada ribuan tangan gaib yang sedang mencekik paru paru miliknya hingga berhenti bekerjaSerpihan serpihan gelas kristal yang tadi melayang kini diam mematung di udara seperti waktu yang mendadak berhenti berputar Baskara mencoba berteriak namun hanya suara desis halus yang keluar dari tenggorokannya yang terasa sangat kering dan pana