Cuplikan Chapter ini
Tajam dan berkilau mata porselen itu tetap mengawasiku bahkan saat aku terbangun di ruang tamu yang gelap Cahaya rembulan menyelinap melalui celah jendela dan menciptakan bayangan panjang yang tampak seperti jari jari manusia yang kurusMaria mencoba menggerakkan lengannya namun rasa kaku yang luar biasa seolah mengunci seluruh persendiannya Ia menyadari bahwa ia tidak lagi berada di lantai gudang yang dingin melainkan terduduk di sofa usangSiapa yang memindahkanku ke sini tanya Maria de