Cuplikan Chapter ini
Hitam dan pekat kegelapan itu seolah menelan seluruh keberanian yang tersisa di dalam dada Maria Ia melihat bibir porselen Lulu perlahan-lahan melengkung hingga membentuk seringai yang sangat tidak wajarKenapa kau tersenyum seperti itu pada ibumu bisik Maria dengan suara yang bergetar hebatGigi gigi kecil yang terbuat dari keramik putih tampak berkilau tajam di balik bibir boneka yang merekah Maria merasakan ujung kuku porselen yang dingin mulai menggores permukaan kulit lehernya dengan