Cuplikan Chapter ini
KAU baik-baik sajaUntuk ke sekian kalinya Sisil tidak sengaja bertemu Ale di belakang lab bahasa Air mata lelaki itu menggenang di pelupuk mata lalu mengairi pipi Sedang batang rokok yang sudah menyusut terapit sempurna di antara jari tengah dan jari telunjuk tangan kirinya Sisil bingung entah apa yang terjadi pada sosok Ale belakangan ini Ia lebih banyak diam Sekalinya bicara ia malah meledak-ledak seperti orang kesetanan Dan seperti hari-hari kemarin Sisil kembali membera