Cuplikan Chapter ini
PEREMPUAN itu meratapi nasibnya sendirian Ia menangis sembunyi-sembunyi di dini hari saat keluarganya sudah terlelap menutup hari Perempuan itu ketakutan dalam kesalahan yang tidak bisa ia utarakan Pikirannya terus saja berkelindan dalam rentetan kemungkinan Ia tak bisa menjalani hari dengan tenang Mala yang malang Perempuan itu kini tak bisa tidur lantaran memikirkan apa yang akan terjadi di hari mendatang Sudah satu minggu Usman tidak mau menemuinya Tidak pula mau duduk bersama unt