Cuplikan Chapter ini
Ketika Andhika kedua menerima pedang patah dari tangan Maharani Malika seluruh Awanara menarik napas bersamanyaCahaya biru merambat dari retakan bilah menuju lantai ruang takhta Garis-garis itu menyusuri ukiran tujuh pulau keluar melewati pintu istana lalu menjalar ke jalan jembatan dan tepi daratan yang hampir kehilangan bentukLonceng nama berbunyi serempakPulau Arunika berhenti bergeserJalur menuju Niskala kembali terlihatDi langit bagian Pulau Renjana yang sebelumnya transparan