Cuplikan Chapter ini
Andhika kedua tidak pernah membayangkan dirinya akan merasa iri kepada seseorang yang sedang memperbaiki engsel pintuIa berdiri di ruang peta Pulau Mahkota mengamati Paviliun Teduh melalui cermin airDi sana versi dirinya yang lain berjongkok di depan kamar tiga Kedua lengan kemejanya digulung tidak sama tinggi palu berada di lantai dan Alika berdiri di sampingnya sambil memegang kotak pakuYang sebelah kiri masih miring kata AlikaKarena kayunya mengembangEngselnya yang miring