Cuplikan Chapter ini
Ruang tunggu Pengadilan Agama pagi itu terasa sangat dingin dan menegangkan Nara duduk berdampingan dengan pengacara dari LBH dan Tari sebagai seorang sahabat yang setianya terus menemani Di sudut ruangan lain Damar duduk bersama ibunya Bu Rina Wajah Damar tampak merah padam penuh amarah yang ditahan sementara Bu Rina terus menatap Nara dengan tatapan mata yang sarat akan kebencian dan penghinaan namun Nara sudah tidak ambil peduli dengan semua itu bisa lebih cepat selesai semua urusa