Cuplikan Chapter ini
Ruang bersalin rumah sakit pemerintah malam itu terasa sangat sibuk namun di dalam bilik tempat Nara berjuang segalanya terasa sangat khusyuk Suara erangan Nara yang tertahan beradu dengan instruksi tenang dari dokter dan bidan yang berjaga Tari berdiri di samping kepala Nara menggenggam erat tangan sahabatnya seakan mengalirkan semangat yang dia punya meski sebenarnya Tari juga dalam keadaan yang panik luar biasa namun sebisa mungkin dia terlihat tegar gadis baik itu terus membisikka