Cuplikan Chapter ini
Isakan Nara pecah begitu saja menggelegar memenuhi kamar kost Tari yang sunyi Bahunya berguncang hebat meluapkan seluruh rasa sakit kehinaan dan penderitaan yang selama berbulan-bulan ini ia kunci rapat di dalam dadanya Di hadapan sahabatnya topeng mati rasa yang Nara bangun dengan susah payah runtuh tak bersisaTari tidak berkata apa-apa lagi Ia hanya bergeser mendekat lalu mendekap tubuh Nara erat-erat membiarkan daster sahabatnya itu basah oleh air mata yang terus mengalir Bagi