Cuplikan Chapter ini
Bayangan di Cermin dan Rahasia Aroma Kekacauan Pagi Subuh menyingsing dengan suara deru kipas angin yang berputar pelan Luina terbangun dengan tubuh yang terasa lebih pegal dari biasanya seolah telah berlari jauh sepanjang malam Ia menggerakkan bahu dan badanya perlahan merasakan bekas pelukan erat yang masih terasa menyelimuti tubuhnya Bukannya mimpi bisiknya pelan tangannya secara refleks menyentuh bagian tengkuk yang masih terasa hangat dari hembusan napas orang itu Tanpa berpiki