Cuplikan Chapter ini
Tatapan yang Membakar Bel istirahat akhirnya bergema memicu gelombang mahasiswa untuk berhamburan keluar kelas menuju kantin Ruangan yang tadinya riuh perlahan sunyi menyisakan segelintir orang termasuk Vania dan Luina Vania menggebrak meja dengan lega begitu guratan terakhir catatannya selesai Akhirnya bebas juga serunya sembari menyambar tas Ayo ke kantin Lu Perutku sudah demo Namun Luina bergeming Sepasang matanya terpaku tajam pada sudut belakang kelas Vania yang penasaran