Cuplikan Chapter ini
Konfrontasi di Atap Kampus Keheningan menyelimuti atap gedung setelah Luina meluapkan kekesalannya Siapa juga yang mau menasihatimu cetus Luina tajam Aku Tidak minat Aku hanya merasa kasihan padamu Setelah amarahmu reda nanti kau baru akan menyadari betapa sakitnya tanganmu itu Bagus kalau hanya sakit sebentar tapi bagaimana jika tulang mu retak karena kau terus memukuli tembok yang tidak berdosa ini Angin berembus kencang menerbangkan rambut keduanya di tengah ketegangan yang kaku