Cuplikan Chapter ini
Melodi dan Pengakuan yang Mengejutkan Di sebuah sudut taman kampus yang asri Malvin dan Luina duduk bersisian dengan sebuah gitar di pangkuan Luina Mengikuti instruksi Malvin Luina mencoba memetik senar demi senar namun jemarinya masih kaku Berkali-kali nada yang keluar terdengar sumbang mematahkan melodi indah yang baru saja dicontohkan Malvin Aaa ini susah sekali keluh Luina sambil mengerucutkan bibirnya tampak menyerah Malvin terkekeh gemas melihat ekspresi itu Namanya juga bar