Cuplikan Chapter ini
Erwin masih membeku di tempatnyaPipi kirinya masih terasa hangat Sentuhan singkat itu bukan ciuman yang penuh gairah tetapi cukup untuk membuat jantungnya berdetak jauh lebih cepat daripada biasanyaIa memandangi Mariana yang berlari kecil menuju lorong menuju area restroom Sesekali perempuan itu menoleh sambil tertawa geli seolah baru saja berhasil mengerjai seseorangYa Tuhan gumam Erwin pelanIa menyandarkan tubuhnya ke kursiAku harus gimanaPertanyaan itu bukan sekadar keluar dar