Cuplikan Chapter ini
Matanya terbelalak. Gagang keris kecil itu masih dipegang erat walau tangan dan tubuhnya bergetar. Cairan pekat merah dalam mangkok berkecipak-cipak, matanya mendelik pada apa yang dia rasakan. Seharusnya dia berhasil malam ini membunuhnya. Seharusnya dia berhasil untuk membuat musuh berat dalam hidupnya mati mengenaskan, seperti yang dia lakukan dari jauh pada satu per satu keluarga perempuan itu. Entah mengapa malam ini kekuatannya seolah ada yang menghambat. Mulutnya bertambah berisik da..