Cuplikan Chapter ini
Semburat mentari pagi merambat perlahan dari balik teralis penjara membentuk garis-garis pucat di lantai batu yang dingin Cahaya itu tidak membawa hangat ia hanya menandai bahwa malam telah berlalu dan hari baruentah membawa apatelah dimulai Mata Mappitajang terbuka dengan berat seolah kelopak matanya dilapisi pasir Tubuhnya masih pegal oleh dingin dan sisa ketegangan malam tetapi sebelum ia sempat mengumpulkan kesadaran sepenuhnya bunyi engsel besi berderit panjang memecah sunyiPi