Cuplikan Chapter ini
Matahari belum menanjak tinggi sinarnya lembut menyeka sisa embun terakhir di pucuk daun ketika Mappitajang tiba di Bonto PaleLangit bagian timur masih menyimpan sisa cahaya pagiwarna tembaga yang melekat di ujung awan seperti bara yang enggan padam Angin laut menyusupkan aroma asin yang samar ke sela-sela wangi tanah basah berpadu dengan semerbak bakau serta luruhnya dedaunan tuaMasjid itu berdiri tidak mencolokDindingnya dari batu dan tanah liat warnanya pudar seperti ingatan yang