Cuplikan Chapter ini
Ratusan tentara Antasea kalah telak Satu per satu tumbang di sekeliling Fazeela menyisakan tubuh-tubuh yang terbaring di rerumputan Bukit Barisan Sebagian masih bergerak lemah sebagian yanh lain sudah tidak lagi bersuara pingsan Sisanya sekarat Fazeela berdiri di tengah kekacauan itu dengan napas memburu Bau darah segar rerumputan basah memenuhi hidung Fazeela Dan suara napas tentara yang sekarat membuatnya merasa tenggorokannya tercekat Fazeela merasa bersalah karena tidak bisa m