Cuplikan Chapter ini
BAB dua puluh empat cinta si anak pertamaIa hadir tidak mengabari Tidak mengirim pesan Tidak pula meneleponTetapi ketika datang ia langsung mengetuk pintu hatimu yang kosong CINTARaka tidak bisa melupakannya gadis yang dia temui di warung kopi lima hari yang lalu Gadis itu telah memanah tepat di dasar hatinya Seorang gadis perantauan dari luar pulau yang baru menetap hampir sebulan di kota ini Ia bekerja sebagai barista sekaligus waitress Sesungguhnya bekerja di kedai kopi be