Cuplikan Chapter ini
BAB dua puluh dua sesak napasHidup harus dianggap seriusWalaupun yang datang ke kita seringnya bercandaRadit menangis memeluk Mamak Ia terus menggoyang-goyangkan tubuhnya Kata-katanya terucap manis laiknya janji pria pada seorang gadis Radit tidak akan tawuran Radit tidak akan membangkang Radit tidak akan bolos sekolah Radit akan patuh Ya begitulah ketika nasehat tidak pernah bisa melunakkan hati seseorang hanya membutuhkan satu kejadian untuk bisa melubangi jiwanya Penyesal