Cuplikan Chapter ini
BAB sembilan belas ujian itu nikmat rasanyaTuhan itu maha segala-galanyaKetika kita sedang terpuruk bukan berarti Tuhan sedang marahDia hanya ingin kita bersabar ikhlas menerima takdir dan menjalaninya dengan ketulusanTuhan hanya sedang rindu pada kita hamba-NyaHari-hari berikutnya perhatian ke Mamak semakin berkurang Semuanya menyibukan diri dengan urusannya Rindu sibuk melupakan pria berengsek Steven Raka berkutat dengan tugas misteriusnya Radit kelihatannya sibuk dengan