Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
SCENE 11
EXT./INT. DI DALAM MOBIL TAMA YANG MELAJU (cont'd)
Tama menarik napas panjang. Dia membuka jendela untuk merasakan angin malam yang sejuk. Tama mengemudikan mobilnya dengan pelan di sisi kiri jalan sambil bergumam pada dirinya sendiri.
Tama kembali merasakan sakit kepala yang luar biasa, jauh lebih sakit dibanding ketika di rumah Andini tadi. Dia mengerem mobil sampai bannya berdecit. Tangannya mencengkeram kepalanya yang terasa seperti dihantam batu.
Tama terengah-engah, perlahan napasnya memelan, ia pingsan.
JUMP CUT TO
SCENE 12
EXT./INT. DI DALAM MOBIL TAMA (cont'd)
Tama berubah menjadi Thomas
Thomas mengangkat kepalanya dari setir mobil sambil mengerjapkan mata. Dia menghembuskan napas lega sambil meregangkan otot.
Thomas menyalakan mesin mobil lalu mengemudikannya. Tangan kirinya sibuk membuka kancing kemeja yang terpasang sampai kerah.
CUT TO
ESTABLISH. MOBIL MELAJU MENJAUHI PERUMAHAN NELAYAN, MENUJU PANTAI
CUT BACK TO
EXT./INT. DI DALAM MOBIL TAMA (CONT'D)
Thomas menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah panggung sederhana di tepi pantai. Dia meraih kunci rumah dari bawah kursi penumpang, lalu turun dari mobil sambil mengacak rambutnya yang tersisir rapi dengan belah tepi.
CUT TO
INT. DI DALAM RUMAH THOMAS - Malam hari (cont'd)
Thomas membuka pintu rumah dan memasuki rumah yang gelap gulita. Dia menutup pintu, menguncinya, lalu menghidupkan lampu di ruang tengah. Tampak dinding ruang tengah penuh dengan foto-foto yang ditempel dengan selotip bening. Thomas menatap salah satu foto yang menampilkan seorang gadis berambut sebahu yang berkibar terkena angin, sambil tertawa kecil.
CUT TO
INT. DI DALAM KAMAR THOMAS
Thomas membuka pintu kamar. Di atas kasur, seorang gadis berambut sebahu dengan gaun selutut duduk diam. Thomas menghampiri gadis itu lalu membelai pipinya yang tirus dan berkerut.
Dia ingin membawamu melihat sunset di tepi pantai! Keren juga dia. Tapi dia itu lucu, sayang. Dia bisa jatuh cinta padamu hanya dari selembar foto. Betul-betul polos dan bodoh. (tertawa)
Andini tidak bergerak. Thomas meraih jarum suntik dan botol kecil cairan obat dengan tulisan "Formalin" dari laci meja di samping kasur. Sambil memasukkan cairan obat itu ke dalam jarum suntik, Thomas terus berceloteh.
CUT TO
Thomas membaringkan tubuh Andini dan menyelimutinya. Ia lalu berbaring di sisi kasur yang satunya sambil menghadap ke Andini.
CUT
FIN.