Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
The Crush
Suka
Favorit
Bagikan
3. ACT 3. PENGUNGKAPAN

SCENE 11

EXT./INT. DI DALAM MOBIL TAMA YANG MELAJU (cont'd)

Tama menarik napas panjang. Dia membuka jendela untuk merasakan angin malam yang sejuk. Tama mengemudikan mobilnya dengan pelan di sisi kiri jalan sambil bergumam pada dirinya sendiri.

Tama
Tiga tahun yang lalu... itu saat aku dirawat di rumah sakit. Apa saat aku tidak di sini, ada orang baru yang pindah ke sini? Penduduk di sini tidak ada yang aneh dan kelihatan seperti tukang culik... Orang desa juga tidak ada yang menggosip tentang orang hilang. Ada yang aneh.. akh!

Tama kembali merasakan sakit kepala yang luar biasa, jauh lebih sakit dibanding ketika di rumah Andini tadi. Dia mengerem mobil sampai bannya berdecit. Tangannya mencengkeram kepalanya yang terasa seperti dihantam batu.

Tama
Aaaaaargh!!!! (napas tersengal)

Tama terengah-engah, perlahan napasnya memelan, ia pingsan.

 

JUMP CUT TO

SCENE 12

EXT./INT. DI DALAM MOBIL TAMA (cont'd)

Tama berubah menjadi Thomas

Thomas mengangkat kepalanya dari setir mobil sambil mengerjapkan mata. Dia menghembuskan napas lega sambil meregangkan otot.

Thomas
(suara lebih ceria dan ekspresi wajah lebih santai dari Tama) Selamat pagi, dunia! Eh, aku bangun di malam hari rupanya. Ya sudahlah. (bersiul lagu balonku)

Thomas menyalakan mesin mobil lalu mengemudikannya. Tangan kirinya sibuk membuka kancing kemeja yang terpasang sampai kerah.

Thomas
Aku heran kenapa si bodoh itu suka sekali mengancing baju sampai ke atas begini. Apa dia nggak sesak napas? Keliatannya juga nggak banget. (bergidik geli)

 

CUT TO

ESTABLISH. MOBIL MELAJU MENJAUHI PERUMAHAN NELAYAN, MENUJU PANTAI

 

CUT BACK TO

EXT./INT. DI DALAM MOBIL TAMA (CONT'D)

Thomas menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah panggung sederhana di tepi pantai. Dia meraih kunci rumah dari bawah kursi penumpang, lalu turun dari mobil sambil mengacak rambutnya yang tersisir rapi dengan belah tepi.

 

CUT TO

INT. DI DALAM RUMAH THOMAS - Malam hari (cont'd)

Thomas membuka pintu rumah dan memasuki rumah yang gelap gulita. Dia menutup pintu, menguncinya, lalu menghidupkan lampu di ruang tengah. Tampak dinding ruang tengah penuh dengan foto-foto yang ditempel dengan selotip bening. Thomas menatap salah satu foto yang menampilkan seorang gadis berambut sebahu yang berkibar terkena angin, sambil tertawa kecil.

Thomas
Aku pulang, sayang! (berjalan ke kamar) Maaf, aku lupa menyalakan lampu sebelum pergi. Kamu takut, ya, sendirian di tengah gelap?

 

CUT TO

INT. DI DALAM KAMAR THOMAS

Thomas membuka pintu kamar. Di atas kasur, seorang gadis berambut sebahu dengan gaun selutut duduk diam. Thomas menghampiri gadis itu lalu membelai pipinya yang tirus dan berkerut.

Thomas
Kamu tahu, sayang? Hari ini Tama bertemu ayahmu. (tertawa geli)

Dia ingin membawamu melihat sunset di tepi pantai! Keren juga dia. Tapi dia itu lucu, sayang. Dia bisa jatuh cinta padamu hanya dari selembar foto. Betul-betul polos dan bodoh. (tertawa)

Andini tidak bergerak. Thomas meraih jarum suntik dan botol kecil cairan obat dengan tulisan "Formalin" dari laci meja di samping kasur. Sambil memasukkan cairan obat itu ke dalam jarum suntik, Thomas terus berceloteh.

Thomas
Awalnya aku kesal, karena dia menyukai gadis yang kucintai. Tapi kalau dilihat-lihat lagi, kamu yang secantik ini (mengelus rambut Andini) wajar saja membuat si culun itu jatuh cinta. (menyuntikkan obat ke pipi dan lengan Andini)
Walaupun tak ada kesempatan baginya untuk mendapatkanmu, aku lumayan menikmati kebodohannya. (tersenyum tipis dengan tatapan mata mengerikan)
Lagi pula, kau telah memilihku untuk memilikimu. Tiga tahun yang lalu. Kita akan bersama selamanya, Andini sayangku. (tersenyum lalu mencium pipi Andini yang dingin)

 

CUT TO

Thomas membaringkan tubuh Andini dan menyelimutinya. Ia lalu berbaring di sisi kasur yang satunya sambil menghadap ke Andini.

Thomas
Selamat malam, sayang.

 

CUT

FIN.


Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)