Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
The Crush
Suka
Favorit
Bagikan
1. ACT 1. PERSIAPAN

SCENE 1

LATAR: RUMAH TAMA (RUMAH KECIL TIPE 36 DI KOMPLEK PERUMAHAN NELAYAN)

INT.KAMAR TAMA - Siang hari

Tama berdiri di depan lemari yang terbuka sambil bertelanjang dada, memilah-milah baju yang akan dikenakan. Setelah beberapa saat, Tama menarik sehelai kemeja hijau lumut polos yang telah disetrika dengan licin lalu mengenakannya dan memasang kancingnya hingga kerah. Sambil bersenandung kecil, Tama mendekati cermin dan mulai memakai minyak rambut. Tama menata rambutnya dengan rapi, disisir rapi ke kanan dengan belah tepi. Setelah menyemprotkan parfum di beberapa titik di pakaiannya, Tama bersiap pergi ke luar kamar. Sebelum membuka pintu kamar, Tama kembali berbalik menuju cermin.

Tama
Oh! Hampir saja aku lupa.

Tama memeriksa giginya di cermin, memastikan tidak ada sisa makanan yang menyangkut. Setelah yakin dengan penampilannya, Tama keluar kamar.

 

CUT TO

INT.DAPUR RUMAH TAMA

Tama membawa beberapa wadah berisi makanan, tikar, dan peralatan makan ke luar rumah, untuk dimasukkan ke mobil.

CUT TO

EXT.HALAMAN RUMAH TAMA

Tama memasukkan barang-barang yang dibawanya dari dalam rumah ke bak belakang mobilnya sambil bersenandung senang. Setelah menyusun semua barang dengan baik, Tama masuk ke dalam mobil, menyalakan mesin dan mulai mengemudi.

 

CUT TO

ESTABLISH- Mobil Tama yang berjalan di jalan raya.

 

CUT BACK TO

SCENE 2

EXT./INT. DI DALAM MOBIL TAMA

Tama mengemudi dengan pelan sambil tersenyum-senyum, membayangkan sebentar lagi ia akan bertemu gadis yang telah membuatnya mabuk kepayang selama dua minggu ini. Tama mengingat kembali saat pertama ia melihat gadis itu.

 

WIPE

FLASHBACK

SCENE 3

EXT.DI LUAR SEBUAH RUMAH PANGGUNG - Senja

Tama
(berseru dengan nada lembut) Senna! Di mana kamu? (melihat sekitar dan mencari-cari sesuatu) Senna! Sini, anak manis!
Senna
(menggonggong pelan) guk!
Tama
(mendekat ke rumah panggung) Senna! Ayo pulang. Sebentar lagi gelap... Kamu di mana?

 

Tama melihat ujung tali leher Senna di bawah kolong rumah panggung. Tama merangkak ke bawah kolong, mendekap Senna dan membawanya keluar. Dari dalam rumah terdengar suara samar-samar. Tama melihat Senna menggigit secarik kertas.

Tama
Apa ini? Kenapa kamu makan kertas? (mengambil kertas itu dari mulut Senna lalu mengusap kepala Senna)

 

Tama membalik kertas itu lalu tertegun. Kertas itu ternyata secarik foto. Foto seorang gadis yang sangat cantik dengan rambut hitam sebahu, yang sedang tersenyum lebar. Wajah Tama bersemu merah.

Tama
(bergumam hampir berbisik) cantik sekali...

 

Saat Tama mengagumi kecantikan gadis di foto itu, suara di dalam rumah terdengar semakin jelas.

Gadis
(memelas) please... besok aku pulang, kok.

 

Tama mendekatkan telinganya ke jendela, tapi suara itu tidak terdengar lagi.

Seminggu kemudian, di sore hari, setelah seminggu menatapi foto si gadis, Tama kembali ke rumah panggung itu. Ia bermain dengan Senna di dekat jendela kamar yang sepertinya adalah kamar si gadis.

Gadis
(dari dalam kamar) Aku hanya ingin berdiri di depan laut.
Tama
(berbisik) Dia bicara lagi! (duduk bersandar ke dinding rumah lalu mendengarkan)
Gadis
(dengan nada meyakinkan) Aku ingin menyaksikan ikan-ikan yang berlompatan. Pemandangan itu jarang sekali bisa didapatkan di kota.
Tama
(manggut-manggut, bergumam) di kota... memang jarang ada pemandangan begitu.

Tama mendengarkan suara si gadis sampai mentari menghilang di garis batas laut dan langit. Selama seminggu Tama terus datang di waktu yang sama, mendengarkan gadis itu bermonolog dengan dirinya sendiri.

 

CUT BACK TO

SCENE 4

EXT./INT. DI DALAM MOBIL TAMA

Tama bersiul gembira. Ia sudah sangat tak sabar bertemu langsung dengan gadis impiannya selama dua minggu ini. Beberapa kali Tama mengatur napas, agar tidak terlihat terlalu bersemangat. Di depan sebuah rumah, Tama menepi dan memarkir mobilnya. Sekali lagi ia mengecek penampilannya dari cermin spion tengah. Setelah menenangkan diri dan mengatur ekspresi wajahnya, Tama turun dari mobil.

CUT


Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)