Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
NYAI ORAY
Suka
Favorit
Bagikan
9. Scene 41-45
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

41. EXT. BUKIT JARIAN. TEMPAT UPACARA SEBA. NIGHT

Bulan purnama bersinar dengan terang diatas langit. ESTABLISH Pemandangan sebuah tanah lapang diatas bukit batu cadas. Sekeliling bukit itu menganga jurang yang penuh dengan semak belukar. Tebing-tebing menjulang mengelilingi bukit.

SFX : Suara Musik TARAWANGSA (Musik tradisional beraroma mistis yang digunakan untuk mengiringi Tarian JENTRENG. Tarian dibawah ambang kesadaran yang berasal dari daerah RANCAKALONG-SUMEDANG. Biasa dilakukan untuk memanggil arwah. Sehingga arwah merasuk pada para orang-orang yang ikut menari)

Obor-obor bambu bertebaran di bebarapa sudut. Asap-asap dupa dan kemenyan mengepul dari Parukuyan yang berada di beberapa titik. PARA PENGIKUT NYAI ORAY duduk bersimpuh diatas tanah dalam barisan yang rapi.

Dari kegelapan bermunculan ribuan kelelawar. PASUKAN NYAI ORAY yang membawa GENDIS bermunculan dan menjejakkan kaki di tanah. Jubah-jubah mereka melambai-lambai diterbangkan angin. Mereka mengusung tubuh GENDIS yang terikat diatas pundak mereka. Kemudian membawanya ke altar yang berada di tengah lapangan.

CU : Wajah GENDIS yang menangis pasrah. Dalam hati dia merintih pilu.

GENDIS
AMAAAA.. AMBUUU.. Apakah nasibku akan berakhir malam ini..? Binasa ditangan NYAI ORAY..? Wahai Sang Penguasa alam.. Tolonglah aku..

PASUKAN NYAI ORAY tiba di altar. Membaringkan GENDIS dalam kondisi telentang. Cahaya obor memantulkan wajah-wajah tanpa ekpresi PASUKAN NYAI ORAY. Beda dengan wajah GENDIS yang pucat ketakutan.

DUUUNGGGGG..!! Genderang ditabuh. O.S : Suara tawa khas NYAI ORAY yang entah dari mana datangnya. Suara tawa itu dipantulkan tebing-tebing di sekeliling bukit dan menggema ke langit. TENSION BUILDS UP.

CUT TO

42. EXT. HUTAN. JALAN SETAPAK. NIGHT

OPEN VIEW : Wajah MBAH JAYAPERKASA dan SYEH QURO yang kaget mendengar suara genderang dan tawa NYAI ORAY yang menggema. Mereka menghentikan langkah.

SYEH QURO
Upacara seba akan segera di mulai KAKANG.. Kita harus menghentikannya barang sejenak, KAKANG.. Sampai kita berhasil menemukan sarang mereka..?
MBAH JAYAPERKASA
Kita coba Rayi.. Kita satukan kekuatan kita..
SYEH QURO dan MBAH JAYAPERKASA melakukan gerakan semedi di tanah dengan posisi saling berhadapan. Keduanya melafalkan Ajimantra dalam hati masing-masing.
MBAH JAYAPERKASA & SYEH QURO (V.O)
Ka Gusti nu maha suci.. Ka langit anu ngayuga.. Coba riksa anu opat.. nu jadi bakal manusa..  bumi.. geni.. banyu.. jeung angin.. Bumi metukeun cahaya hideung, nu nyata jadi pangucap. Geni metukeun cahaya beureum, nu nyata jadi panguping. Angin metukeun cahaya koneng, nu nyata jadi pangangseu.. Banyu metukeun cahaya bodas, nu nyata jadi paningal..

Dengan posisi semedi dan mata terpejam. Kedua tangan amsing-masing melakukan gerakan jurus serempak. Lantas menyatukan kedua telapak tangan mereka. BYARRR..!! Dari pertemuan kedua pasang telapak tangan itu itu berpendar cahaya berbagai warna.

Tubuh MBAH JAYAPERKASA dan SYEH QURO perlahan terangkat ke udara. Melayang ringan dan berputar. Semakin lama semakin cepat. Tubuh mereka kini terselimuti berbagai cahaya.

Kedua pasang tangan SYEH QURO dan MBAH JAYAPERKASA diarahkan ke langit. Menghentakan cahaya-cahaya itu ke atas langit. DUARRR..!! terdengar ledakan. Perlahan cahaya menghilang. Tubuh keduanya kembali menjejak ke tanah dalam posisi bersemedi. Mata keduanya saling terbuka.

MBAH JAYAPERKASA
Kita lanjutkan perjalanan Rayi..
SYEH QURO
Iya KAKANG...

MBAH JAYAPERKASA dan SYEH QURO melesat dan menghilang di kegelapan.

CUT TO

43. EXT. BUKIT JARIAN. TEMPAT UPACARA SEBA. NIGHT

OPEN VIEW : Kemunculan sosok NYAI ORAY yang terbang dari langit dengan busana kebesarannya. Diikuti PARA PENGIKUT PEREMPUAN. Jubah panjang NYAI ORAY berkelebatan diterbangkan angin. Begitu juga dengan jubah-jubah para pengikutnya. Kecantikan wajah NYAI ORAY dengan seringai kekejamannya dipantulkan cahaya rembulan.

Musik tarawangsa menyambutnya. NYAI ORAY melakukan gerakan tari JENTRENG. Serempak dengan PARA PENGIKUT PEREMPUAN. Kain-kain jubah dan selendang mereka berkelebatan tertiup angin. Suasana mistispun tercipta.

PARA PENGIKUT NYAI ORAY yang bersila rapi bersedekap khidmat. Musik terus mengalun, mengiringi langkah-langkah NYAI ORAY dan para pengiringnya yang melakukan gerakan tari mendekati altar. TENSION BUILDS UP.

INTERCUT TO

 

44. EXT. BUKIT JARIAN. TEMPAT UPACARA SEBA. ALTAR. NIGHT

GENDIS telentang di altar. CAMERA BERPUTAR dari atas. Menangkap sosok GENDIS yang ketakutan di atas ALTAR. Air mata GENDIS duah membanjir dimana-mana. Dalam hati GENDIS beteriak memanjatkan Ajimantra.

GENDIS (V.O)
Ka Indung anu ngandung.. Ka Rama anu ngayuga.. Ka Indung nu teu ngandung.. Ka Rama anu teu ngayuga.. Ka dulur opat kalima pancer.. Pangnepikeun ieu hate.. Kalawan kanu ngurus ngaluis.. Hirup jeung huripna kuring... Pamugi sing  disalametkeun tina sagalarupi balai....

NYAI ORAY dan para PENGIRING semakin mendekati altar. Sesaat kemudian, NYAI ORAY menghentikan langkah. Para pengiring berbaris dibelakangnya. NYAI ORAY mengacungkan tangan kanannya ke udara. Tiba-tiba tongkat saktinya meluncur dari atas langit. NYAI ORAY menangkapnya dengan sekali jentikan tangan. BYARRRR..!! Tiba-tiba Bulan PURNAMA tenggelam diantara awan hitam yang muncul tiba-tiba. Langit seketika menghitam. NYAI ORAY pun tersentak kaget dan murka.

NYAI ORAY
PENGECUT..!! Berani-beraninya kalian mengacaukan Persembahanku..!!

Sambil berkata seperti itu, Tangan NYAI ORAY membuat gerakan jurus. Kemudian menghentakkan pukulan jarak jauhnya ke atas langit. Namun serangannya dihantam kekuatan lain yang tiba-tiba muncul dan menggempur serangannya. DUARRRR..! ledakan dahsyat terjadi dilangit. Byaar..! Para PENGIRING bergelimpangan ke tanah. Kecuali SOSOK NYAI ORAY yang menjulang membelakangi Penonton. Terdengar geraman murka NYAI ORAY yang menggelegar.

NYAI ORAY (O.S)
Kurang ajarrrrrr..!! Tunjukkan siapa kamu, PENGECUT..!

NYAI ORAY balik badan menghadap penonton. JRENGGGGG..! Tampaklah wajah buruk rupa NYAI ORAY yang menyeramkan. Wajahnya penuh bopeng-bopeng dengan rambut yang memutih dan awut-awutan.

JAYADEWATA (O.S)
Hentikan kesesatanmu NYAI..! Kamu tidak bisa ingkar melawan waktu..! Aku tidak rela ambarahayatku menanggung penderitaan karena kamu meminta tumbal darah perawan untuk mengembalikan kecantikanmu yang sudah sirna ribuan tahun lalu..
NYAI ORAY
JAYADEWATAAAAAAAA..!!

ZOOM IN TO CU : wajah NYAI ORAY yang murka luar biasa. Melihat ke satu arah dengan kekesalan yang memuncak.

CUT TO

45. EXT. BUKIT JARIAN. TEMPAT UPACARA SEBA. NIGHT

JAYADEWATA berdiri tegak bersama dengan KI TABLO yang menyertainya. Sosok keduanya tampak bersinar diantara kegelapan malam yang tanpa purnama. Membuat siapapun yang melihatnya terkesima.

JAYADEWATA
Benar..! Ini aku..! JAYADEWATA..!!
NYAI ORAY
Ternyata kamu masih hidup..!! Aku pikir.. Kamu sudah dimakan cacing setelah kekalahanmu dariku 99 purnama lalu..!! Memangnya kamu masih berani melawan aku..?!
JAYADEWATA
Tidak ada yang aku takutkan selama itu menyangkut keselamatan ambarahayatku.. Aku rela berkalang tanah dan menderita demi kebahagiaan mereka..! Jadi aku minta.. hentikan semua kegilaanmu itu, NYAI..
NYAI ORAY
Omong kosong..!! Kamu hanya pecundang yang berlindung atas nama rakyat..! Akulah Penguasa sesungguhnya..!

BRAKKKK..!! NYAI ORAY menghentakkan tongkatnya ke tanah. Dia membuat gerakan jurus. Kemudian melontarkan tenaga dalamnya menyerang JAYADEWATA. Namun DUARRR..!! Lontaran tenaga dalam NYAI ORAY dipatahkan serangan dari arah lain. NYAI ORAY pun terperanjat murka.

NYAI ORAY
Kurang ajarrrr..!
MBAH JAYAPERKASA & SYEH QURO (O.S)
Biar kami yang menghentikannya GUSTI PRABUUU..!!

DEGGHHH..!! JAYADEWATA tersentak. Dia berpaling ke arah suara. TENSION BUILDS UP.

CUT TO


Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)