Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
17. INT. SEKOLAH. TOILET. SIANG.
Jam istirahat sedang berlangsung. Rido sedang sibuk membersihkan toilet pria. Beberapa kali teman-temannya masuk ke dalam toilet di saat dia sedang membersihkannya.
Rido membanting sikat wc yang dia pegang dan pergi ke luar untuk menunggu orang yang sedang menggunakan toilet itu.
Tak lama, Citra lewat di hadapannya. Rido memerhatikan Citra, lalu menarik lengan Citra.
RIDO
Heh!
CITRA
Apaan sih!
RIDO
Lo yang nendang gue kemaren kan?
Citra melihat wajah Rido, lalu membulatkan matanya karena teringat kejadian kemarin.
CITRA
Lepasin!
RIDO
Gak! Lo harus ganti rugi. Liat nih tangan gue lukak gara-gara lo.
Rido menunjukkan lengan kanannya, Citra melihat lengan itu.
CITRA
Masa sih?
RIDO
Tanggung jawab lo!
CITRA
Ya, maaf. Gue kan ga sengaja ngelukain lo.
Pengguna terakhir toilet keluar.
RIDO
Apanya yang ga sengaja. Yaudah, sebagai gantinya, lo berdiri di depan sini, larang siapa aja yang mau masuk ke dalem. Oke?
CITRA
Eh, kok gue sih. Ga mau ah.
RIDO
Lo mau gue kurung di dalem buat balas dendam?
CITRA
Apaan! Ya lagian gimana juga ngelarang panggilan alam coba?
RIDO
Ya pinter-pinter lo deh. Yang penting kerjaan gue cepet selesai. Awas kalau lo kabur! Gue kejer lo ntar.
Rido kembali masuk ke dalam toilet.
CITRA
Eh!
MONTAGE:
· Rido di dalam toilet sendirian.
· Citra menunggu di luar.
· Rido menggosok toilet sambil menutup mulut dan hidungnya.
· Seseorang dengan ekspresi tegang datang menghampiri Citra. Citra melarangnya masuk. Orang itu pergi.
· Rido melihat ke arah pintu dan tertawa kecil.
· Citra mondar-mandir di depan pintu toilet dan melirik Rido.
· Rido menyiram lantai toilet.
· Seseorang datang menghampiri Citra dengan tampang kebelet. Citra melarangnya masuk, namun dia menerobos masuk.
· Rido keluar memarahi Citra.
· Orang tadi keluar, Rido kembali masuk.
· Di dalam toilet Rido tertawa.
· Di depan pintu Citra tertawa.
CUT TO
18. INT. SEKOLAH. KANTIN. SIANG.
Rido dan Citra duduk berhadapan. Mereka menyantap semangkok bakso tanpa jeda. Keduanya terlihat seperti orang kelaparan.
RIDO
Buk, mana minuman saya Buk?
IBU KANTIN (O.S)
Iya ini Mas.
MIRA (48) si ibu kantin datang mengantarkan 2 teh manis dingin.
MIRA (CONT’D)
Ini minumannya Mas, Mbak.
CITRA
Makasih ya buk
Mira meninggalkan Citra dan Rido.
RIDO
Ntar biar gue yang bayar. Gue traktir lo.
CITRA
Beneran?
RIDO
Hm.
CITRA
Aseekk.
RIDO
Besok jam 10 dateng ke toilet tadi. Gue tunggu.
CITRA
Hah?
Rido bangkit dan pergi ke arah meja kasir.
RIDO
Berapa buk?
CITRA
Eh lo mau ke mana? Maksud lo apa? Eh! Woyy!
RIDO
Kerja bagus hari ini.
Rido mengelus kepala Citra lalu pergi meninggalkan kantin.
CITRA
Trkatir apaan nih! Ini sih gaji namanya! Nyebelin banget sih! Woey!
CUT TO
19. INT. RUMAH CITRA. RUANG DEPAN. SORE.
Citra dan Fanya duduk di sofa dan menonton serial kartun sambil makan kacang kulit. Fanya melirik ke arah jam dinding lalu tersenyum picik. Fanya memakan kacang dan membuang sembarangan kulitnya.
CITRA
Kumpulin donk sampahnya Fan! Jangan diserakin gitu.
Tak lama, dari arah pintu terlihat Karin yang baru pulang kerja. Fanya melirik sedikit ke arah Karin.
FANYA
Kak, jangan buang sembarangan donk sampah kulitnya, kan jadi berserakan lantainya tuh!
Citra terkejut mendengar ucapan Fanya.
KARIN
(Marah)
Kamu tuh jadi kakak tunjukin yang bener donk Citra, bukannya malah bikin rumah berserakan gini!
Citra terperangah, Fanya tersenyum miring kemenangan lalu pergi ke dalam kamarnya. Mama masuk ke dalam rumah sambil memijit pelan kepalanya. Kemudian Citra yang tinggal sendirian di depan tv membersihkan sampah kulit yang diserak oleh Fanya.
20. INT. DAPUR. MALAM.
Citra menyabuni semua tumpukan piring kotor yang ada di washtafel, saat piring-piring itu sudah hampir semuanya beres, ponsel Citra bunyi lalu Citra melihat ponselnya sebentar, di saat yang bersamaan Fanya datang ke washtafel untuk melanjutkan cucian piring Citra. Di sisi lain, Karin datang ke dapur dan melihat ke arah mereka berdua.
KARIN
Kamu kok taunya main hp aja sih kak! Liat tuh adek kamu kerja sendirian begitu.
Karin kemudian pergi setelah mengambil segelas air. Citra kembali dibuat terdiam karena salah faham di antara mereka bertiga. Fanya tersenyum kemenangan karena berhasil membuat Citra terlihat buruk di mata Mama.
21. EXT. DEPAN PINTU. PAGI.
Citra dan Fanya memakai sepatu untuk bersiap sekolah, kemudian Karin datang dan mmeberikan uang jajan 50 ribu untuk Citra dan 30 ribu untuk Fanya.
FANYA
Ma, aku kan udah rajin, kenapa uang jajanku masih dikit? Citra pemalas gitu dapet banyak.
CITRA
Aku udah kelas 3. Keperluanku lebih banyak. Lagian kamu rajin apaan?
Karin mengambil kembali uang jajan mereka dan menukar uang Citra dan Fanya jadi sama-sama 35 ribu. Citra menahan amarah dan kekesalannya, sedangkan Fanya terlihat bahagia karena uang jajannya naik dan kemudian langsung pergi meninggalkan Citra yang masih kesal di depan pintu.
22. EXT. KANTIN SEKOLAH. SIANG.
Terlihat Fanya dengan sengaja menumpahi minuman ke baju temannya, lalu temannya yang tidak terima akan perlakuan Fanya membalas Fanya dengan menjambak rambutnya dan akhirnya mereka jambak-jambakan.
Dari depan pintu kantin, Citra melihat pertengkaran Fanya dan temannya. Dia berusaha melerai, tapi Fanya justru semakin emosi dan akhirnya mendorong temannya sampai terjatuh dan membentur meja kantin.
CUT TO
23. INT. RUANG KEPALA SEKOLAH. SIANG.
Citra dan Fanya yang terlihat kacau sedang duduk di kursi sofa ruang kepala sekolah, dengan kepala sekolah yang duduk di depan mereka. Tak lama kemudian, Karin datang ke dalam ruang kepala sekolah dengan tergopoh-gopoh.
KARIN
Permisi Bu.
LARAS
Iya, silahkan duduk Ibu.
Karin duduk di sebelah Citra.
LARAS (CONT’D)
Jadi, tadi kedua anak ibu bertengkar dengan teman mereka yang bernama Sinta di kantin, dan sekarang Sinta sedang berada di UKS.
KARIN
(Terkejut dan menutup mulutnya)
Bertengkar? Kenapa?
LARAS
Untuk hal itu, Ibu bisa tanyakan sendiri kepada anak-anak Ibu. Tapi untungnya, Sinta dengan baik hati memaafkan mereka berdua. Jadi, saya tidak akan menghukum Citra dan Fanya, tapi saya peringatkan, jangan sampai hal seperti ini terjadi lagi.
KARIN
Iya Bu, maaf karena anak-anak saya sudah membuat keributan. Sekali lagi terimkasih banyak Bu.
LARAS
Baiklah.
Karin, Citra dan Fanya kemudian keluar dari ruang kepsek.
24. EXT. DI DEPAN RUANG KEPSEK. SIANG.
Karin marah kepada Citra dan Fanya. Sedangkan mereka berdua hanya bisa menunduk karena merasa bersalah.
KARIN
Kalian berdua tuh bisa nggak sih untuk nggak buat Mama setres? Kerjaan Mama lagi banyak di kantor dan bisa-bisanya kalian buat masalah di sekolah!
CITRA
Maaf Ma.
FANYA
Kak Citra tuh Ma. Dia yang dorong Sinta sampe jatoh.
Citra terkejut. Karin terlihat semakin emosi.
Siswa-siswi yang tadinya ingin lewat mulai berdatangan untuk menonton Citra dan Fanya yang sedang dimarahi Karin. Di antara mereka, ada Rido yang juga ikut menonton.
Karin yang sedang emosi menampar Citra di depan orang banyak.
KARIN
Kamu bener-bener keterlaluan Citra!
Citra Memegang bekas tamparan Karin.
CITRA
Ma! Citra tuh cuma nolongin Fanya yang lagi berantem! Dan selama ini tuh ... Mama sadar gak sih kalok kita terus diadu domba sama anak sialan satu ini!
KARIN
Jaga omongan kamu!
CITRA
Selama ini aku yang selalu ngurus rumah, tapi sialnya selalu dia yang terlihat baik di depan Mama! Dan sekarang, Mama bahkan belom denger penjelasan dari aku tapi Mama nampar aku! Aku benci kalian berdua!
Citra pergi dari sana dengan wajah memerah menahan tangis. Fanya terlihat puas dengan reaksi Karin dan Citra. Karin terlihat gusar lalu pergi meninggalkan Fanya.
CUT TO
25. INT. TOILET SEKOLAH. SIANG.
Citra memegangi pipinya yang memerah. Dia menangis terisak. Sesekali menahan suara tangisnya agar tak terdengar oleh orang lain. Lalu setelah puas meluapkan segala emosinya, Citra berhenti menangis dan memasang tampang tegar. Dia menghapus air matanya, membersihkan wajahnya dari bekas air mata. Lalu keluar dari toilet dengan gelagat yang seperti tanpa beban.
CUT TO
26. INT. RUMAH CITRA. MALAM
Citra pulang. Dia melihat ada Fanya yang sedang nonton tv. Sedangkan Karin sedang membaca majalah.
FANYA
Woy kak, tumben pulang lama, pasti main ga jelas dulu sama temen-temen lo itu kan.
Citra melirik Fanya tajam, lalu Citra berjalan ke arah Fanya, kemudian menggapai dan menjambak rambut Fanya di depan Mama.
CITRA
Emang apa urusan lo sok-sok negur jam pulang gue?
FANYA
Aawww! Sakit gilaakk! Mamaaaa.
Mama melepas tangan Citra dengan dihempaskan
KARIN
Citra! Kamu tuh bisa ga sih berhenti buat masalah terus? Mulai besok mama ga akan kasih kamu uang jajan!
Citra melihat Karin sinis, lalu pergi ke arah kamarnya.
CUT TO