Cuplikan Chapter ini
BAB 34Hidup Tetaplah KehidupanKereta yang membawa Morana kembali ke Surabaya berangkat tepat ketika matahari mulai tenggelam di balik langit Yogyakarta Dari balik jendela pemandangan perlahan bergerak mundur gedung-gedung jalan raya lampu kendaraan hingga siluet pepohonan yang semakin lama semakin hilang ditelan gelap Morana duduk di kursinya tanpa banyak bergerak Tangannya menggenggam ponsel sejak tadi tetapi layar itu tetap gelap Tidak ada pesan yang ia tunggu Tidak ada seseo