Cuplikan Chapter ini
BAB 19Kota AsingBulan Maret datang bersama udara yang terasa jauh lebih berat dibanding biasanyaHari pengumuman SNBP akhirnya tiba Sejak pagi hampir seluruh siswa kelas dua belas hanya memikirkan satu hal Tidak ada yang benar-benar fokus belajar Tidak ada yang benar-benar mendengarkan guru Semua orang sibuk memandangi layar ponsel masing-masing sambil menghitung mundur jam demi jam Termasuk Morana Meskipun ia berusaha terlihat tenang jemarinya terus bergerak gelisah di atas meja